Buku Kisahku Bersama Yesus

INI aku
Hari demi hari kujalani hidupku ini. Teringat masa kecilku yg lalu di sebuah desa terpencil di bawah lereng bukit Malitak nan hijau. Seruhnya masa-masa itu,,,,,!!! Ingin rasanya ku kembali pada masa-masa kecilku dulu yang sangat polos, dungu, dan sering merengek-rengek kepada seorang ibu yg sangat sempurna bagiku. Aku sangat mencintai ibuku, walau kadang dia meneteskan air mata karena tingkah lakuku ini. Tapi di dalam lubuk hatiku yang paling dalam (for the bottom of my heart), aku sangat mencintainya.
Ibu!ibu!ibu. Iya hanya dia yang membesarkan aku hingga dewasa hari ini. Suaminya atau ayah aku sudah lama tiada sewaktu saya baru berumur 3 tahun. Aku pun tidak pernah mengingat bahkan melihatnya, tidak pernah mendengar suaranya bahkan fotonya yang sudah beberapa tahun aku cari tidak ku temukan. Aku sedih, dan sangat sedih jika mengingat betapa malangnya nasibku ini. Ayahhhhhhhh!!Ayahhh!! Sering aku berteriak sendiri sambil meneteskan air mata memanggil nama ayah walaupun aku tahu bahwa dia sudah tiada. Hanya iseng-iseng aja dan hanya sekedar mau melampiaskan kerinduanku yang sangat mendalam ini.
Sering aku bertanya” kenapa kerinduan ini baru muncul saat aku mulai beranjak dewasa”???. Dulu ketika aku masih kanak-kanak aku cuek-cuek aja. Tapi kenapa baru muncul perasaan itu saat ini?. Aku kecewa Tuhan, Engkau jahat, Engkau Tidak peduli hidupku ini.
Cemburu!!! Ya aku cemburu dan iri melihat teman-teman yang masih punya ayah. Mereka sangat mesra satu sama lain. Mereka bisa bermain, berkumpul dan bergurau bersama sang ayah dengan penuh kasih sayang. Sedangkan aku, tidak pernah mengingat akan kebersamaan seperti itu. Malahan, jika aku punya masalah, tidak ada ayah yang membelaku, tidak ada ayah yang menghiburku.
Kekosongan mulai muncul dari dalam hidupku. Aku takut bagaimana masa depanku tanpa ayah. Ibuku yang kuandalkan dia sangat terbatas. Dia tidak pernah bersekolah, bahkan sama sekali tidak bisa membaca. Harta??? Apa! Harta, jangan ngarap Niel, kamu tidak punya harta apapun “kata lemahku berbisik”. Tapi saya mau sekolah, bahkan mau sampai ke jenjang yang tinggi. Aku harusssssss sekolahhhhhh!!!!!!! “Teriakku jengkel.”
~~~Bersambung~~~
---------------------------------------------------------------------------------
SELALU ADA JALAN….!!
Teng-teng-teng-teng!!!llonceng berbunyi sangat nyaring masuk menerobos gendang telinga kecil dan kotor ini! Ayo berbaris sebelum masuk ke ruang kelas untuk belajar “perintah ibu guru yang wajahnya sudah mulai keriput.” Iya buuuuu’!!! Teriak beberapa murid yang sangat senang menginjakkan kaki di hari pertama pada salah satu sekolah dasar di desa terpencilku. Aku masuk sekolah? Kataku seakan tidak percaya. Iya nak! Ayo masuk kelas,, kata ibu guru itu sambil merangkulku masuk kelas. SDN 014 Satanetean, inilah nama sekolah pertamaku. Ia terletak di sebuah desa mungil dan sangat jauh dari keramaian kota. Hahahaha hahahaha,, aku sering ketawa sendiri jika mengingat waktu aku masih sekolah di SD itu. Bagaimana tidak, semua murid yang bersekolah di situ masih sangat jarang menggunakan sepatu atau sandal. Saya sendiri pun g’ punya sandal waktu itu. Tiap hari aku ke sekolah dengan kaki telanjang (bare footed).
Hari ini hari Senin dan hari ini saya sudah duduk di kelas 4 SD. Ayo ke Kota Mamasa nak, kata ibuku. Buat apa bu’???. Kita mau mengantar kakakmu yang mau berangkat ke Pinrang sebentar. Baiklah “ jawabku”. Matahari di sore ini sudah mulai merubah warnanya jadi kemerah-merahan. Cahayanya juga sudah mulai meredup seakan berkata” aku sudah ngantuk nih. Ya waktu itu juga rasa ngantuk udah aku rasakan. Kakak saya sudah berangkat dan saatnya kami bersama ibuku pulang ke rumah menaiki sebuah mobil open cup. Kira-kira perjalanan kami baru 5 km, tiba-tiba mobil yang kami tumpangi itu jatuh dan masuk jurang. Prrrraaaaaaakkkkk!!! Suara gaduh mobil itu terdengar olehku. Ya Tuhan,, kami kecelakaan. Mana ibuku. Ibu,, ibu.,, ibu,, dimana kamu???. Saat itu aku tidak mengalami apa-apa, hanya sedikit rasa trauma melihat beberapa teman mobil kami yang mengalami patah tulang. Ada yang patah tulang lengan, rusuk bahkan luka-luka dan mengeluarkan banyak darah. Sepontan aku melihat ibu yang lehernya terjepit dengan dua pohon sebesar lengan yang tumbuh bergandengan. Badan ibuku juga terhimpit oleh sebuah karung besar dan berisi full beras. Badan yang kurus ini langsung menyingkirkan karung itu dan mendapatkan ibu yang meringis kesakitan. Saat itu aku sangat stress dan tidak tahu mau berbuat apa lagi. Kami ditinggal hanya berdua saja dan juga kami mendapatkan kecelakaan. Saya harus bagaimana Tuhan untuk mengurus ibuku. Tapi masalah ini saya hadapi dan pada akhirnya ibuku sembuh dan bisa beraktifitas kembali seperti biasa.
Niel,, Niel,,Niel. Iya pak! Jawabku. Ayo maju ke depan! Baik baik pak,, jawabku ragu sambil menuju kedepan perpisahan saat itu. Selamat kamu lulus dengan nilai memuaskan di ujian akhir ini. Kamu telah selesai di sini dan sekarang kamu harus bisa melanjutkan pendidikanmu kejenjang yang lebih tinggi. Ternyata hari ini hari pengumuman kelulusanku di SD tua itu. Tak terasa 6 tahun aku menjalani sekolah di situ. Seruh juga!! Lebih-lebih lagi aku lulus dengan peringkat ke-2. Aku bahagia sekali saat itu. Tangan demi tangan tak henti-hentinya menjabat tanganku ini. Selamat nak!selamat nak!kata mereka sambil memberikan selamat (congratulation) bagiku.
~~Bagaimana selanjutnya??~~
-------------------------------------------------------------------------------
PENDIDIKANKU MASIH BERLANJUT
Heran juga saya waktu itu! Masih ingat kan beberapa tahun yang lalu cerita hidupku ini. Dulu saya pernah berkata kalau saya ini mau melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang yang lebih tinggi!!. Tapi keluarga saya kan tidak punya harta yang banyak. Kenapa saya masih optimis terus untuk melanjutkan pendidikan??. Saya sendiri juga tidak tahu, atau mungkin karena egoku? Mungkin saja. ???
Tahun ini tahun 2001. Dan saya ingin kembali melanjutkan cerita perjalanan hidupku ini. Sekarang saya melanjutkan pendidikanku di salah satu SLTP, di Orobua tepatnya. Bangga juga melihat diriku yang tetap bisa bersekolah dan bersaing dengan teman-teman yang punya harta banyak. Orang tua mereka pun berpendidikan tinggi. Bahkan lebih lagi mereka masih punya ibu dan ayah. Tapi ya sudahlah,, saya tidak mau lagi membahas hal itu. Yang lebih penting sekarang adalah saya masih bisa kembali bersekolah walau harus berjalan kaki tiap hari ke sekolah ke-2 ini. Tidak terlalu jauh sih, Cuma ± 3 km, tetapi itu tidak sulit bagiku,,maklum,sssstttttttttttt”anak desa”. Hehehe.
Pencobaan ke-2 hadir lagi menyapa diriku ini. Tepatnya waktu itu saya duduk di kelas 2 SLTP diakhir semester. Ya karena kenakalanku dan tidak mau mendengar nasihat orang tua untuk tidak memanjat-manjat. Saya waktu itu memanjat sebatang pohon mangga dan saya jatuh dan sangat parah. Katanya sih waktu itu orang-orang sudah menangisi aku dikirain udah meninggal. 2 minggu saya berada di rumah sakit dan akhirnya sembuh. Singkat saja, saya kembali masuk sekolah dan 1 tahun kemudian saya lulus di SLTP itu dengan peringkat ke -3. Sekarang, yang jadi persolan adalah” apakah saya masih bisa melajutkan pendidikanku ke tingkat SMA? Iya ,, saya kembali melanjutkan sekolah di tingkat SMA walau harus menganggur 1 tahun. Tapi tidak apa-apa. Semunya pasti indah pada waktunya.
Sekolah ke-3 ku adalah SMANSA kalukku Mamuju. Tiga tahun lamanya saya menjalani pendidikanku di situ. Persoalan-persoalan hidup waktu itu tetap ada. Apalagi karena harus menumpang di rumah orang lain. Dan akhirnya saya lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. E satu lagi hampir lupa. Selama saya menjalani pendidikan di tingkat SD, SLTP dan SMA, saya selalu mendapatkan beasiswa. Tidak banyak sih!! Tapi lumayan buat ngurangi beban keluarga.
----------------------------------------------------------------
SEMUA KARENA BELAS KASIHANMU
Ya Tuhan,,,ampuni anak-MU ini. Bertahun-tahun saya hidup dengan kekuatanku sendiri. Saya benar-benar berdosa terhadap Engkau. Dulu saya sering berkata” jika saya bisa menyelesaikan pendidikanku itu karena kekuatanku sendiri. Tapi sekarang saya baru sadar bahwa semuanya itu adalah pertolongan-MU. Bahkan, jika saya masih tetap bisa berdiri sampai sekarang ini, itu karena anugerah-MU. Ternyata mujizat-MU benar-benar masih ada Tuhan. Dulu saya mendapat kecelakaan dan jika saya masih ada sampai detik ini, itu semua karena mujizat-MU. Terima kasih Yesus, Engkau selalu sabar menantiku.
Terima kasih juga buat pertolongan-MU, sekarang saya bisa menjadi seorang Mahasiswa. Engkau tak pernah berhenti menuntun langkahku sehingga saya bisa mendapat beasiswa dari sebuah Perusahaan Internasional dan beasiswa dari Yayasan kampusku. Bukan karena kepintaranku tapi semata-mata karena Anugerah dan belas kasihan-MU Yesus.
Walau kadang ku banyak mendapat proses dari-MU, itu karena Engkau sangat mengasihi aku. Aku pernah sakit lebih dari ½ tahun itu karena cinta-MU. Terima kasih buat semuanya Yesus. Jadikan aku murni di hadapan-MU dan menjadi saksimu. Terima kasih untuk orang tua, kakak-kakak dan sahabat-sahabat yang Engkau tempatkan di sisiku.


Inilah album kenanganku bersama-NYA. Dan ketika aku mulai lagi meragukan kasih-NYA, album kenangan inilah yang selalu mengingatkan aku untuk tetap bersyukur kepada-NYA. Kan selalu kuingat album kenanganku ini di mana pun saya berada. Dan saya percaya album terbaruku di masa yang akan datang akan lebih baik dan sangat baik dari album kenangan sebelumnya. (my history with Jesus).

Sepercik motivasi untuk pembaca :
1. Saya menulis cerita ini bukan karena saya bebal dan bodoh dalam membeberkan seluruh isi hatiku seperti kata Pemazmur dalam Alkitab, tapi hanya ingin berbagi dengan kita semua tentang apa yang telah Yesus kerjakan dalam hidupku
2. Keterpurukan yang engkau alami saat-saat ini, itu bukan akhir dari segalanya, tetapi itu adalah awal dari kesuksesanmu. Jadikan itu batu loncatan dalam menata hidupmu yang lebih baik dengan berjalan dalam hadirat Tuhan.
3. Kesempatan yang Tuhan masih berikan kita gunakan sebaik-baiknya untuk mengoreksi diri kita dan pada akhirnya kita dapat berjalan sesuai kehendak Tuhan
4. Tuhan itu baik bagimu dan jangan pernah engkau menyalahkan Dia
5. Dia mengasihimu
6. Dia menantimu dengan sabar. Datanglah kepada-NYA.

~~ “Thanks for your reading. hope you are going well. Remember!!! There has been many many times I been in bad situation they are : in my sickness, my finance even never feel the love of a Father” but God got me through. Just do it : step out for Jesus first. Be strong in HIM and keep your behavior like His will. Amen!!!!!” ~~

Hormat saya : Niel Nhata…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar